Langsung ke konten utama

Tidak terasa, 2020 hampir selesai.

    Hari ini, 17 Oktober 2020, pukul 11.14 WIB. Kurang lebih sejam yang lalu, gue baru bangun tidur dan out of nowhere memiliki hasrat untuk menulis blog. Jadi ya, here it is. Sebenernya gatau mau bahas apaan, cuma ada sesuatu yang gue pikirin aja akhir-akhir ini, tentang pandemi dan teman hehe. Yuk langsung aja.


    Gue Tama, mahasiswa Biologi UI angkatan 2017, yang berarti sudah berada di tingkat akhir saat ini. Sangat menyedihkan, ketika tahun terakhir lu berkuliah di kampus harus direlakan berpisah dengan teman-teman lu karena kondisi pandemi ini. Mungkin yang merasakan gak cuma gue doang, kalian yang membaca ini juga merasakan. Semalam (16 Oktober 2020, pukul 19.30 WIB), gue ngadain forkat (forum angkatan) untuk cerita-cerita sama temen-temen seangkatan lainnya. Rasanya seneng banget bisa ketemu mereka, ngobrol secara virtual, bahas penelitian, dan lainnya. Semuanya memiliki kesulitan, ada yang memiliki kesulitan karena penelitiannya belum dimulai akibat pandemi ini, ada yang masih kesulitan mengerti instruksi penelitiannya, ada yang sudah memulai membuat laporan, dan lainnya. Di hari yang sama gue ngadain forkat, bertepatan pula dengan wisuda online-nya UI. Instastory gue dipenuhi oleh banyak kakak tingkat beserta teman-teman gue yang merayakan wisuda online-nya. Terlihat layar laptop, tv, atau tablet di hadapan mereka untuk mengikuti seremoni wisuda online-nya. Tidak lupa, mereka mengajak orang tua dan keluarganya untuk sama sama menyaksikan wisudanya di depan layar. Menurut gue, ini bisa dipandang sebagai kelebihan dan kekurangan, walaupun pasti banyak orang yang lebih menginginkan wisuda offline. Biasanya, UI selalu ramai bahkan hampir macet hingga malem dikala kondisi wisuda seperti ini. Namun, tidak dengan kemarin. UI terlihat kosong dan sepi, tidak ada keramaian apapun, yang ada hanya hujan deras di UI seperti UI sedih dan merindukan para mahasiswanya untuk berkumpul memenuhi kampus. 

    Teman. Setelah melewati dua kegiatan itu, gue berpikir "gimana ya tahun depan?" Rasanya gue belum mau berpisah dengan mereka semua, 116 mahasiswa 17oublehelix. Rasanya, masih banyak yang mau gue lakuin bareng dengan mereka. Penyakit gue adalah ini, gak kuat menghadapi perpisahan. Tiap tingkatan akademis, gue selalu "over" mungkin dalam mengartikan perpisahan. Di SMP dan SMA, sama, gue selalu takut berpisah dengan teman-teman kelas gue. Kenyataan pahit yang harus diterima oleh setiap orang. Kadang juga gue berpikir, "gue sesayang ini dengan mereka, apakah mereka melakukan hal yang sama untuk gue?" Tapi, balik lagi, hidup gak cuma masalah timbal balik aja. Gue berharap, kedepannya, kita bisa sama sama melawati ini. 

    Pandemi ini mengubah orang banyak. Mengubah habit seseorang dan kita semua dipaksa untuk memulai adaptasi yang baru. Hingga saat ini, vaksin masih dalam tahap pengembangan, belum ada yang bisa menjamin kapan pandemi ini berakhir. Semua yang diucapkan hanya perkiraan, yang mana banyak sekali orang yang berharap dan rawan sekali dikecewakan apabila tidak sesuai ekspektasinya. Belajar harus online, praktikum harus online, ujian harus online, rapat harus online, kerja harus online, dan banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

    Halo teman-teman yang membaca ini, baik teman kuliahku maupun kalian yang tidak kukenal. Ku doakan yang terbaik untukmu. Ku doakan semoga dalam kondisi sulit ini, kalian selalu diberikan yang terbaik, diberikan kesehatan, diberikan kelancaran dalam setiap aktivitas bahkan mungkin kegiatan lain dalam hidup kalian.  Semangat selalu, karena yakinlah Tuhan tidak akan memberikan suatu cobaan melewati kemampuan atau batas dari umat-Nya. Dengan diberikan cobaan seperti ini, berarti Tuhan tau bahwa kita mampu dan bisa melewati pandemi ini. Dalam kondisi sulit seperti ini, tidak apa-apa untuk menyerah sesekali, untuk menangis sesekali, tetapi setelahnya kamu harus bangkit kembali dan telah siap dengan rencana baru. Pandemi ini mengajarkan kita untuk siap dalam berbagai kondisi, mengajarkan kita untuk selalu sadar bahwa tidak ada yang sempurna dan harus bersiap ketika idealisme kamu tidak sesuai realita. Maka dari itu, bersiaplah. Mari lewati ini bersama-sama. 

 

- 타마 -

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKHIR DARI PERJUANGAN INI. DAN AWAL DARI PERJUANGAN BARU

HALLO GUYSSS!!!!         Wah kayaknya blog gue udah berdebu banget ini. Berdebu parah yaa? hmmm :")) Yak gue bakal cerita panjang. mungkin bakalan sangat panjang banget nihh. Gimana gak panjang, gue bakal nge-resume perjalanan gue selama dua tahun belakangan. heuheuheuehue. Panjang banget kan? Makanya gue saranin kalian duduk diam, kalo bisa sambil bawa popcon wkwk XD *bagi kali popcornnya* *dipukul*.         OIYA!!! Perlu kalian tau, tujuan gue bikin tulisan ini bukan untuk mengumbar kesombongan. sama sekali BUKAN. Gue bercerita ini untuk menyemangati dan ingin memotivasi kalian untuk berjuang mendapatkan kursi di PTN terbaik di Indonesia. Jadi gue akan bercerita se-objektif mungkin dan diambil dari kisah perjuangan gue selama dua tahun ini. Hehehehehe :)))        KUYLAH! ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Kenalin dulu, Nama gue Aul...

3,2,1! 2-1-4 WAYANG *brakk* SUNDA!

halo, selamat malam. kali ini gue bakal post tentang angkatan paskibra gue di SMAN 24 Kab. Tangerang. gak kerasa ya, kita udah setahun menjabat, sekarang masa jabatan kita sudah selesai. dulu kita masih gak saling kenal, sampai akhirnya kita nggak mau pisah satu sama lain. hebat ya... mungkin orang bakal berpikir "apasih, paskibra doang? cuma gitu ajasih gue bisa". gak semudah yang dibayangkan ternyata, bro... kita disini dididik dan ditempa. menjadi orang orang yang hebat, keras, luar biasa. susah senang, manis pait, udah kita lewatin bersama. dari yang namanya di anj*ng-anj*ng-in, di beg*-beg*-in, ditol*l-tol*l-in, sampe di tabok pun kita pernah. dari dimanja-manja-in, di peluk-peluk-in, nangis bareng-bareng, dan ketawa sampee ngakak barengpun kita sering banget. disini kita belajar kekeluargaan, solidaritas, nasionlisme, disiplin, dan nggak lupa, setia kawan. bahagia punya mereka, hebat sekali. 214 memang cuma punya 18 member. tapi kita tidak bisa di...

The "Dumbest" Moon for choose his ability.

saya tau hidup ini bukan seperti time lapse kamera. tidak bisa saya atur sesuka hati. saya tau, ini pilihan saya. lawan saya bukan "teman satu sekolah" saja jadi sepertinya belum patut bagi saya untuk berbahagia dengan posisi saya sekarang. lawan saya ada disana, demi memperebutkan kursi yang saya atau mereka inginkan. hahaha, mungkin keliatannya dungu, anak pelosok punya mimpi menggapai bintang. haha, bahkan pesawatpun belum tentu bisa.  mungkin orang akan berkata  " betapa bodohnya ketika dikasih suatu kesempatan emas, tapi malah tidak bisa menggunakan kesempatan emas itu dengan baik? " saya mengerti atas pemikiran itu. hanya saja, saya tidak menginginkan dengan sesuatu yang anda pikirkan. terlihat egois? mungkin bisa dibilang kurang lebih seperti itu. tapi, ini demi kebaikan saya. saya tidak mau menjalani sesuatu secara sia-sia karena suatu hal yang tidak saya sukai. maka itu, saya tetap mematri harapan bodoh saya dengan harapan, hara...