kereta pagi hari mengantarkanku penuh, sesak, semua orang berhimpitan dan terhuyung-huyung ternyata, kereta pagi ini sama seperti biasanya cepatlah ber-Duri, hanya itu gumam dalam hati namun, Duri pun ternyata bukan menjadi tempat persinggahan terbaik maka, cepatlah ber-Sudirman wahai Sudirman segeralah bawa kerumunan ini ke tempatmu ku ingin bebas waktu berlalu kuulangi gumamku tiap kali di kereta dan aku selalu bahagia dengan Sudirman Sudirman selalu bekerja dengan baik wahai Sudirman, aku merindukanmu dengan segala hiruk pikukmu sedangkan aku hanya mematri diri di sini wahai Sudirman, aku rindu temanku aku merindukan pergi bersamanya aku merindukan tertawa, bahkan menangis bersamanya aku merindukan bercumbu bersamanya aku rindu dia wahai Sudirman, aku benci keadaan ini segeralah selesai aku ingin dia wahai Sudirman terima kasih atas pengalamannya aku sudah banyak belajar maka ku harap, sudahi pula ini sem...
many people have a different story, isn't it?