si bumi yang selalu aku banggakan. apa daya, aku hanya satelitmu. aku tak seperti bintang, tak lain pula dengan matahari. kau tetap yang aku banggakan. aku tak peduli jika kau membanggakan mereka. aku bodoh. layaknya penguntit dungu yang selalu berkeliaran didekatmu tanpa pernah mengucap sedikit rasa padamu. aku bodoh. aku tak bisa menjadi diriku sendiri. untuk tetap terlihat olehmu saja, aku butuh "cahaya matahari" aku tak bisa seperti dia. aku bodoh. aku yang selalu ragu untuk menampakkan diri padamu. persetan dengan fase-fase yang membuatku kadang tak terlihat sepenuhnya oleh mu. aku tak sekuat si bintang bintang. juga matahari. jadi, jangan samakan aku dengannya. aku tak sama dengannya. aku tak bisa dan takkan pernah bisa mengalahkannya. aku hanya bisa mengalahkannya darimu hanya 8menit, sedangkan dia? yang dapat mengalahkan ku 12menit, bahkan lebih. aku bodoh, aku dungu. tapi aku tak mau menjadi si "bintang...
many people have a different story, isn't it?