si bumi yang selalu aku banggakan.
apa daya, aku hanya satelitmu.
aku tak seperti bintang, tak lain pula dengan matahari.
kau tetap yang aku banggakan.
aku tak peduli jika kau membanggakan mereka.
aku bodoh.
layaknya penguntit dungu yang selalu berkeliaran didekatmu tanpa pernah mengucap sedikit rasa padamu.
aku bodoh.
aku tak bisa menjadi diriku sendiri.
untuk tetap terlihat olehmu saja, aku butuh "cahaya matahari"
aku tak bisa seperti dia.
aku bodoh.
aku yang selalu ragu untuk menampakkan diri padamu.
persetan dengan fase-fase yang membuatku kadang tak terlihat sepenuhnya oleh mu.
aku tak sekuat si bintang bintang.
juga matahari.
jadi, jangan samakan aku dengannya.
aku tak sama dengannya.
aku tak bisa dan takkan pernah bisa mengalahkannya.
aku hanya bisa mengalahkannya darimu hanya 8menit, sedangkan dia? yang dapat mengalahkan ku 12menit, bahkan lebih.
aku bodoh, aku dungu.
tapi aku tak mau menjadi si "bintang"
aku tetap aku, aku si bulan-mu.
si bumi yang aku banggakan.
bumi ku sayang, aku mencoba menjauhimu,
namun ku tak bisa.
tapi, mendekatimu? apa lagi.
si bumi yang aku cinta.
maafkan aku yang hadir pada malammu.
yang ada pada tidurmu.
yang diam-diam tanpa izin melihatmu tertidur dengan indah.
yang tanpa izin mengeluarkan cahaya hasil dari "si matahari" pada malammu.
ku akui bumi, aku si pengecut yang bodoh.
aku hanya berputar putar dengan kehidupan kosong.
namun kau memenuhi kehidupannku.
kamu, iya, bumi-ku.
jangan samakan aku dengan "si bintang bintang"
bumi, aku tetap hebat! ingat akan kubuktikan aku hebat!
aku hebat!
"si matahari" tak bisa mengambil malamku.
tapi aku, sibulan bodoh dapat hadir dalam pagi dan sorenya,
aku masih bisa menampakkan diriku padamu.
hebatkah aku?
mungkin hanya itu yang bis ku banggakan.
tapi, bukankah kita di ciptakan dengan kekurangan dan kelebihan?
hukum alam memang.
ketika kau mengejar dirinya, dan kau tak sadar dengan orang yang ada disekitarmu.
aku cinta kamu, bumi-ku.
aku, bulan mu yang kau lupakan.
aku si satelit setia.
saat yang lain mempunyai pemuja lebih dari satu, aku memujamu sendirian
bahkan ada yang tidak mempunyai pemuja.
but, back to the reality.
aku si bulan yang tak dilirik.
walaupun aku menjauhimu 3cm tiap tahun, butuh seumur hidup untuk benar-benar hilang darimu,
tapi
aku, si bulan yang hebat.
si bulan yang mencintai bumi, sangat :)
Komentar