kereta pagi hari mengantarkanku
penuh, sesak, semua orang berhimpitan dan terhuyung-huyung
ternyata, kereta pagi ini sama seperti biasanya
cepatlah ber-Duri, hanya itu gumam dalam hati
namun, Duri pun ternyata bukan menjadi tempat persinggahan terbaik
maka, cepatlah ber-Sudirman
wahai Sudirman
segeralah bawa kerumunan ini ke tempatmu
ku ingin bebas
waktu berlalu
kuulangi gumamku tiap kali di kereta
dan aku selalu bahagia dengan Sudirman
Sudirman selalu bekerja dengan baik
wahai Sudirman,
aku merindukanmu
dengan segala hiruk pikukmu
sedangkan aku hanya mematri diri di sini
wahai Sudirman,
aku rindu temanku
aku merindukan pergi bersamanya
aku merindukan tertawa, bahkan menangis bersamanya
aku merindukan bercumbu bersamanya
aku rindu dia
wahai Sudirman,
aku benci keadaan ini
segeralah selesai
aku ingin dia
wahai Sudirman
terima kasih atas pengalamannya
aku sudah banyak belajar
maka ku harap,
sudahi pula ini semua

Komentar